Leukemia Akut

Leukemia akut dapat dibagi menjadi 2 kategori umum yakni leukemia mieloid akut (AML) dan leukemia limfoblastik akut (ALL). Pasien biasanya mengalami riwayat penurunan berat badan yang cepat, memar, perdarahan, wajah terlihat pucat, lelah dan infeksi berulang. Hitung darah lengkap sering kali menunjukkan anemia dan trombositopenia. Hitung sel darah putih dapat meningkat atau sangat rendah. Sel blast leukemik dapat terlihat pada foto darah. Diagnosis yang jelas biasanya diperoleh dari biopsi sumsum tulang.

a. Leukemia mieolid akut

Leukemia mieloid akut jarang terjadi pada anak dan insidensinya meningkat seiring pertambahan usia. AML sekunder kadang terlihat pad aoranga yang diobati dengan kemoterpai sitotoksik atau radioterapi. Pengobatan untuk AML terdiri dari :

- Kemoterapi intensif yakni suatu kombinasi agens sitotoksik diberikan dalam sejumlah perjalanan klinis atau siklus.

- Transplantasi sel benih hemopoietik dapat digunakan dalam beberapa keadaan tertentu.

Kemoterapi intensif menyebabkan supresi berat dari sumsumtulang, menyebabkan pansitopenia (penurunan jumlah semua sel darah) serta pada pasien hingga fungsi normal sumsum tulang pulih. Transfusi berulang dari darah dan tromobsit sering dibutuhkan setelah kemoterapi. Akan tetapi, infeksi dapat menjadi komplikasi serius akibat pengobatan.

b. Leukemia limfoblastik akut

Leukemia limfoblastik akut (ALL) adalah bentuk keganasan hemotologis yang umum terjadi pada anak, akan teapi ALL terjadi pada orang dewasa dengan peningkatan insidens seiring pertambahan usia.

Banyak tanda dan gejala ALL yang mirip dengan AML serta sebagian besar menyebabkan kegagalam susmusm tulang. Pasien juga mengalami manifestasi spesifik yang meliputi pembesaran nodus limfe (limfadenopati), hati dan limpa (hepatosplenomegali) serta infliterasi pada sistem saraf pusat.

All diobati dnegan program pengobatan sangat kompleks yang mencakup obat sitotoksik dan imunosupresan. Beberapa obat sitotoksik diberikan melalui intravena, beberapa melalui injeksi intramuskular, dan beberapa intratekal melalui kanal spinalis untuk mengobati penyakit sistem saraf pusat. Pasien cenderung untuk tidak mengalami neutropenik berat seperti mereka yang mendapatkan pengobatan untuk AML. Transplantasi sel hemopoietik dapat merupakan pilihan pengobatan dalam keadaan tertentu.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Leukemia and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>