Faktor Risiko Leukimia

Faktor risiko untuk leukemia antara lain adalah predisposisi genetik yang digabungkan dengan inisiator (mutasi) yang diketahui atau tidak diketahui. Saudara kandung dari anak yang menderita leukemia memiliki kecenderungan 2-4 kali lipat untuk mengalami penyakit ini dibandingkan anak-anak lain. Kromosom abnormal tertentu dijumpai dalam presentase yang tinggi pada pasien pengidap leukemia, sebaliknya, individu yang mengidap abnormaliasis kromosom tertentu, termasuk sindrom Down memiliki peningkatan risiko menderita lekuemia. Pajanan terhadap radiasi, beberapa jenis obat yang menekan sumsum tulang dan berbagai obat kemoterapi telah dianggap meningkatkan risiko leukemia. Beberapa unsur lainnya yang terjadi dilingkungan sekitar juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya leukemia.


Riwayat penyakit sebelumnya yang berkaitan dengan hematopoiesis (pembentukan sel darah) telah terbukti meningkatkan risiko leukemia. Penyakit-penyakit tersebut antara lain adalah penyakit limfoma Hodgkin, mieloma multipel, polisitemia vera, anemia sideroblastik, dan sindrom mielodisplastik. Riwayat leukemia kronis meningkatkan risiko leukemia akut.

Faktor keturunan dan lingkungan berperan dalam terjadinya leukemia. Faktor-faktor lingkungan berupa kontak dengan radiasi. Radiasi di sini terutama berupa radiasi pengion, meskipun untuk kondisi tertentu juga berasal dari radiasi nonpengion. Di samping itu, dapat pula berasal dari zat kimia seperti benzena, arsen, kloramfenikol, fenil butason dsb.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Leukemia and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *