Penyebab Timbulnya Penyakit Leukemia

Penyakit leukemia merupakan penyakit kanker yang terjadi pada sel darah merah putih yang diproduksi dengan tidak terkendali dan bisa mengganggu terjadi sel darah normal. Terdapat beberapa jenis penyakit leukemia. Jenis penyakit leukemia adalah Myelocytic atau Myelogeneus leukemia merupakan sel darah kanker yang asalnya berasal dari sel darah merah, granulocytes, macrophages dan juuga keping darah. Jenis penyakit leukemia yang lainnya adalah Lymphocytic leukemia, biasanya sel leukemia ini berasal dari sel lymphocyte.

Penyakit leukemia yang dibagi berdasarkan berkembangnya kanker salah satunya adalah leukemia yang akut dan leukemia kronis. Leukemia akut adalah leukemia yang membutuhkan pengobatan dalam hitungan minggu saja. Sedangkan leukemia kronis adalah penyakit leukemia yang jika hidup penderitanya tanpa pengobatan hitungan tahun. Penyebab timbulnya penyakit leukemia ini disebabkan karena penggunaan dari zat-zat kimia tertentu misalnya adalah benzene, virus dari HTLV (T-cell Leukemia Vruses) I dan II, penyakit keturunan, misalnya adalah sindrom down.

Penyebab timbulnya penyakit leukemia salah satunya adalah infeksi bakteri. Hal ini terjadi karena adanya suatu penurunan daya tahan tubuh akibat dri terjadinya suatu keganasan sendiri yang sitostika. Sitostika ini sering bisa menjadi penyebab dari penghambatan proses proliferasi sel kulit dan juga suatu mukosa, sehingga bisa memudahkan dalam proses invansi mikroorganisme karen erosi yang berperan di dalam imunitas nonspesifik.

Pemeriksaan dari penyebab timbulnya penyakit leukemia dilakukan dengan pemeriksaan darah yang sbegaia baku emas terdapat infeksi bakteri adalah suatu kultur dari darah yang positif, dan kemudian ditunjang juga dengan ditemukannya toksik granulasi pada suatu gambaran darah perifer atau tepi, dan juga berbagai sitoksin sebagai suatu petanda dari terjadinya infeksi.

Pemberian dari antibiotika poten perlu dilakukan juga muncul infeksi, namun pada sisi yang lain ini menggunakan antibiotika yang bisa mengganggu terjadinya keseimbangan flora pada usus yang bisa menyebabkan kolonisasi bakteri patogen yang terutama pada traktus gastrointestinal dengan ulserasi yang ada pada mukosanya. Memberikan antibiotika rasional perlu dilakukan agar bisa mengurangi pengeluaran biaya, dan efek sampingnya termasuk juga resistensi bakteri.

Posted in Penyebab Leukemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Leukimia Kanker Darah

Penyakit leukimia kanker darah adalah nama kelompok penyakit maligna yang dikarakteristikan oleh perubahan kualitatif dan kuantitatif dalam leukosit sirkulasi. Penyebab leukimiadihubungkan dengan pertumbuhan abnormal leukosit yang menyebar mendahului sumsum tulang. Peningkatan tidak terkontrol ini akhirnya menimbulkan anemia, infeksi, trombbositopenia, dan beberapa kasus, menyebabkan kematian.

Penyakit leukimia kanker darah merupakan penyakit yang disebabkan adanya kelebihan produksi sel pembentuk darah (limfoblast dan myeloid) di sumsum tulang sehingga menghambat pembentukan sel darah secara normal. Penyakit leukimia dapat menyerang segala usia, tetapi paling sering terjadi pada usia dewasa.

Sel-sel penyakit leukimia kanker darah (sel pembentuk darah yang tumbuh tidak normal) tertimbun di dalam sumsum tulang menghancurkan dan menggantikan sel-sel yang menghasilkan sel darah yang normal. Sel leukimia ini mengalir dalam darah dan berpindah ke organ lainnya, kemudian berkembang dan membelah diri. Sel yang tidak normal dalam keadaan fisik yang lemah dapat menyebabkan kerusakan organ penting lain, seperti gagal ginjal, anemia, gagal hati, dan tumor kecil (kloroma) yang muncul dibawah kulit.

Pencegahan penyakit leukimia kanker darah adalah :

  • Hindari mengonsumsi makanan yang tercemar herbisida dan pestisida, serta dianjurkan untuk mengonsumsi makanan organik.
  • Hindari mengonsumsi alkohol dan merokok terutama pada wanita hamil.
  • Ibu hamil jangan mengonsumsi obat-obat penenang dan pil diet kecuali dengan pengawasa dokter.
  • Hindari radiasi (penyinaran) matahari pada siang hari
  • Hindari melakukan kemoterapi karena biasanya memperburuk keadaan pasien.
  • Mendeteksi dan mengobati penyakit secepat mungkin.
  • Jaga berat badan tetap ideal dengan melakaukan aktivitas fisik dan olahraga yang teratur.
Posted in Penyebab Leukemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Leukemia Akut

Leukemia akut dapat dibagi menjadi 2 kategori umum yakni leukemia mieloid akut (AML) dan leukemia limfoblastik akut (ALL). Pasien biasanya mengalami riwayat penurunan berat badan yang cepat, memar, perdarahan, wajah terlihat pucat, lelah dan infeksi berulang. Hitung darah lengkap sering kali menunjukkan anemia dan trombositopenia. Hitung sel darah putih dapat meningkat atau sangat rendah. Sel blast leukemik dapat terlihat pada foto darah. Diagnosis yang jelas biasanya diperoleh dari biopsi sumsum tulang.

a. Leukemia mieolid akut

Leukemia mieloid akut jarang terjadi pada anak dan insidensinya meningkat seiring pertambahan usia. AML sekunder kadang terlihat pad aoranga yang diobati dengan kemoterpai sitotoksik atau radioterapi. Pengobatan untuk AML terdiri dari :

- Kemoterapi intensif yakni suatu kombinasi agens sitotoksik diberikan dalam sejumlah perjalanan klinis atau siklus.

- Transplantasi sel benih hemopoietik dapat digunakan dalam beberapa keadaan tertentu.

Kemoterapi intensif menyebabkan supresi berat dari sumsumtulang, menyebabkan pansitopenia (penurunan jumlah semua sel darah) serta pada pasien hingga fungsi normal sumsum tulang pulih. Transfusi berulang dari darah dan tromobsit sering dibutuhkan setelah kemoterapi. Akan tetapi, infeksi dapat menjadi komplikasi serius akibat pengobatan.

b. Leukemia limfoblastik akut

Leukemia limfoblastik akut (ALL) adalah bentuk keganasan hemotologis yang umum terjadi pada anak, akan teapi ALL terjadi pada orang dewasa dengan peningkatan insidens seiring pertambahan usia.

Banyak tanda dan gejala ALL yang mirip dengan AML serta sebagian besar menyebabkan kegagalam susmusm tulang. Pasien juga mengalami manifestasi spesifik yang meliputi pembesaran nodus limfe (limfadenopati), hati dan limpa (hepatosplenomegali) serta infliterasi pada sistem saraf pusat.

All diobati dnegan program pengobatan sangat kompleks yang mencakup obat sitotoksik dan imunosupresan. Beberapa obat sitotoksik diberikan melalui intravena, beberapa melalui injeksi intramuskular, dan beberapa intratekal melalui kanal spinalis untuk mengobati penyakit sistem saraf pusat. Pasien cenderung untuk tidak mengalami neutropenik berat seperti mereka yang mendapatkan pengobatan untuk AML. Transplantasi sel hemopoietik dapat merupakan pilihan pengobatan dalam keadaan tertentu.

Posted in Penyebab Leukemia | Tagged , , , , , | Leave a comment

Macam Macam Leukemia

Leukemia adalah penyakit neoplastik dari jaringan hemotopoietik dengan kebanyak proliferasi abnormal dari sel darah putih (leukosit). Proliferasi sel leukemik tak terkendali menyebabkan supresi sekunder komponen darah lainnya dan menyebabkan anemia serta trombositopenia. Kurangnya sel darah putih akan meningkatkan risiko infeksi, tromboitopenia meningkatkan risiko perdarahan dan anemia juga merupakan ciri leukemia. Penyebab meliputi radiasi terionisasi, kemoterapi sebelumnya, retrovirus, anomali kimia dan genetik ( mislaanya sindrom Doen). Klasifikasi berdasarkan jenis sel (limfositik atau mielositik) dan perjalanan penyakit (akut atau kronik). Leukemia kronik dapat memasuki ‘krisis ledakan” atau fase akut.

Klasifikasi leukemia biasanya didasarkan yakni pada perjalanan dan lamanya penyakit dan jenis sel dan jaringan abnormal yang terkait. Perjalanan penyakit telah disubklasifikasikan menjadi akut dan kronis.

- Leukemia akut dihubungkan dengan proses yang cepat terjadi pada peningkatan jumlah leukosit yang kemudian menimbulkan gejala seperti anemia, trombositopenia berat, demam tinggi, lesi infektif pada mulut dan tenggorok, perdarahan dalam area vital, akumulasi leukosit dalam organ vital dan infeksi berat. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan beberapa derajat anemia dan trombositopenia.

- Leukemia menahun merupakan 35-50 % dari semua kasus leukemia. Proses dari penyakit ini berjalan secara bertahap dan leukosit yang lebih matang. Penyakit ini paling banyak mengenai orang dewasa dan lansia. Perjalanan penyakit berlangsung lebih lambat daripada leukemia akut. Analisis laboratorium biasanya menunjukkan sel leukemik yang teridentifikasi baik yang dapat diklasifikasikan sebagai limfositik atau granulositik.

- Leukemia selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan tipe jaringan dan sel abnormal yang terlibat. Tiga kategori besar berdasarkan asal jaringan adalah :

a. Mieloid yang mencakup granulosit (neurofil, eosinofil atau basofil)
b. Monosit
c. Limfositik

Posted in Penyebab Leukemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Faktor Risiko Leukimia

Faktor risiko untuk leukemia antara lain adalah predisposisi genetik yang digabungkan dengan inisiator (mutasi) yang diketahui atau tidak diketahui. Saudara kandung dari anak yang menderita leukemia memiliki kecenderungan 2-4 kali lipat untuk mengalami penyakit ini dibandingkan anak-anak lain. Kromosom abnormal tertentu dijumpai dalam presentase yang tinggi pada pasien pengidap leukemia, sebaliknya, individu yang mengidap abnormaliasis kromosom tertentu, termasuk sindrom Down memiliki peningkatan risiko menderita lekuemia. Pajanan terhadap radiasi, beberapa jenis obat yang menekan sumsum tulang dan berbagai obat kemoterapi telah dianggap meningkatkan risiko leukemia. Beberapa unsur lainnya yang terjadi dilingkungan sekitar juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya leukemia.


Riwayat penyakit sebelumnya yang berkaitan dengan hematopoiesis (pembentukan sel darah) telah terbukti meningkatkan risiko leukemia. Penyakit-penyakit tersebut antara lain adalah penyakit limfoma Hodgkin, mieloma multipel, polisitemia vera, anemia sideroblastik, dan sindrom mielodisplastik. Riwayat leukemia kronis meningkatkan risiko leukemia akut.

Faktor keturunan dan lingkungan berperan dalam terjadinya leukemia. Faktor-faktor lingkungan berupa kontak dengan radiasi. Radiasi di sini terutama berupa radiasi pengion, meskipun untuk kondisi tertentu juga berasal dari radiasi nonpengion. Di samping itu, dapat pula berasal dari zat kimia seperti benzena, arsen, kloramfenikol, fenil butason dsb.

Posted in Penyebab Leukemia | Tagged , , , , , , , | Leave a comment